Langsung ke konten utama

Software Motion Graphics Terbaik 2018

Software Motion Graphics Terbaik 2018

software motion graphics terbaik

Membuat sebuah karya desain motion graphics sebenarnya tidak hanya terpaku pada satu software saja. Ingat, motion graphics merupakan gabungan dari beberapa elemen seperti gambar, foto, animasi, audio, dan berbagai visual lainnya.
Terkadang seorang motion graphic designer juga harus bekerja dengan software pengolah grafis seperti Photoshop, Illustrator, Cinema 4D, dan program-program lainnya sesuai kebutuhan konsep desain itu sendiri.
 
Namun satu yang pasti dibutuhkan yaitu software yang memiliki fitur compositing. Bisa dikatakan ‘compositing’ merupakan proses vital dalam membuat motion graphics. Di dalam proses inilah seluruh elemen pembentuk motion graphics diedit sedemikian rupa dan disatukan.
Ok, lanjut ke inti
Berikut ini beberapa software yang biasa digunakan untuk membuat motion graphics baik di sekolah/kampus maupun di dunia kerja yang sesungguhnya (Indonesia).

1. Adobe After Effects software motion graphics terbaik

Adobe After Effects
After Effects (AE) merupakan software buatan Adobe yang dapat digunakan untuk menciptakan visual effects, membuat motion graphics, animasi, dan melakukan compositing. AE biasa dilibatkan dalam proses produksi film dan juga pertelevisian.
Download Adobe After Effects

2. Cinema 4D software motion graphics terbaik

Cinema 4D
Cinema 4D merupakan software yang biasa digunakan untuk modeling objek 3D, membuat animasi, motion graphics, dan melakukan rendering. Jika ingin membuat motion graphics dengan objek/animasi 3D dapat dilakukan dengan Cinema 4D ini. Objek/animasi 3D nantinya dapat diimport ke dalam After Effects untuk digabungkan dengan elemen grafis lainnya (compositing).
Download Cinema 4D

Sudah baca kan sedikit pengertian After Effects dan Cinema 4D? intinya jika keduanya berkolaborasi dapat menghasilkan motion graphics yang *lebih keren. Terkadang membuat motion graphics juga melibatkan software pengolah grafis lainnya seperti photoshop (PSD) dan illustrator (Ai, EPS). Sekali lagi, semua tergantung pada konsep desain motion graphic itu sendiri.
Baik After Effects maupun Cinema 4D merupakan software profesional dan banyak digunakan di dunia kerja yang sesungguhnya, khususnya Indonesia. Mempelajari keduanya saat ini (2017) jelas masih ‘worth‘.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Design Portofolio

TENTANG PORTOFOLIO

Kali ini saya akan memberikan informasi tentang portofolio dengan desain yang menarik. Namun Sebelumnya saya belum pernah membuat portofolio. hihihi. tapi Sesuai dengan tugas kampus yang diberikan kepada saya, maka saya akan memberikan informasi tersebut.
           Pertanyaannya adalah "Bagaimana membuat portofolio desain yang menarik ?"

Nahh.. Sebenarnya istilah portofolio sering kali kita dengar dalam berbagai macam perbincangan ataupun berita di berbagai macam media informasi. Di bidang acara televisi yang membahas dunia bisnis misalnya, istilah portofolio sering kali digunakan untuk menggambarkan kondisi perusahaan. Atau di bidang akademis misalnya, istilah portofolio sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ataupun keterangan prestasi akademik seseorang.
Secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai…

Perbedaan Flat Design dan Metro Design

Flat Design Dasar dari desain ini adalah menghilangkan karakter gaya yang membuat mereka seolah-olrah tampak mengambang di halaman. Secara mudahnya ini berarti menghilangkan karakter gaya seperti bayangan, gradien, tekstur dan karakter lain dari desain yang digunakan untuk membuat elemen seolah-olah menjadi tiga dimensi.


Poster bergaya Swiss Design
Flat design berasal dari terapan Swiss Design yang diperkenalkan antara tahun 1940 sampai 1950-an di Swiss. Fokus dari desain Swiss adalah pada penggunaan grid, tipografi sans-serif, hirarki konten yang bersih dan tata letak. Selama era 40 sampai 50-an, desain Swiss mengkombinasikan sebuah foto yang besar namun ditampilkan secara sederhana dengan tipografi minim.
Seiring berkembangnya jaman Desain ini mulai dikembangkan sampai pada akhirnya pada tanun 1980-an Flat Design mulai muncul.

Flat Design pada kala itu sangat sederhana sekali tidak ada variasi sama sekali. Namun sekarang, berbalik 180 derajat bahwa design flat sekarang kem…